masa persiapan pensiun,inilah Kiat Memulai Usaha

Kategori : Pelatihan Masa Persiapan Pensiun
Penulis : Pelatihan Pensiun - DTInsani


Setelah mencapai masa pensiun,inilah Kiat Memulai Usaha baru
Berikut kiat untuk memulai usaha baru setelah mencapai masa pensiun, yaitu :

1. MULAI DARI KECIL

a)    Kecil berarti mulai dari potensi yang kita miliki, baik diri kita atau keluarga, mulai yang terdekat, dan termudah dari kita
Bisa membuat kue, kita mulai dari membuat kue, bisa membuat layang-layang kita mulai dari membuat layang-layang, bisa jadi konsultan, mulai dari memberikan masukan untuk orang lain, bisa mengajar mulai dari mengajarkan untuk orang lain, bisa jadi broker mulai menawarkan barang pada orang lain. Sebaiknya kita tidak menunggu peluang usaha yang besar, lebih menjanjikan dan lebih menguntungkan. Pada s aatnya pelaung-peluang tersebut akan muncul seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya jaringan usaha, kenalan dan mitra bisinis kita.
Kiat Memulai Usaha 1
Ibarat mengangkat ember penuh air, jika hanya 1 ember kita mudah mengangkatnya tetapi jika ada 10 ember penuh dengan air dan diangkat bersama-sama maka sudah lain perkaranya. Perlu bantuan teman, pengaturan waktu yang tepat dan cara berjalan agar air tidak tumpah berceceran. Bisnis dan usaha sama saja, jika kita kemampuannya baru mengatur bisnis dengan omset 10 – 25 juta, maka agar aman kita sebaiknya mulai dari mengelola bisnis dengan omset sebesar itu. Terkadang jika mendadak mendapatkan omset 500 juta atau 1 milyar maka perlu tambahan ilmu untuk mengatur itu semua agar
usaha kita berjalan dengan baik. Perlu tambahan tenaga kerja, perlu software keuangan yang pas dan perlu seorang manajer yang handal agar usaha kita berjalan dengan baik. Dan terkadang jumlah omset dan keuntungan yang langsung besar membuat kita lupa akan karakter pribadi kita. Dulu sebelum usaha sukses kita makan dikedai pinggir jalan, naik motor dan naik angkutan umum tidak ada masalah. Memakai pakaian yang sederhana tidak ada masalah. Namun setelah sukses punya omset dan laba besar, kita gengsi makan disembarang tempat ingin di tempat yang mahal, mencicil mobil, pindah rumah yang lebih besar dan lain sebagainya. Unjung ujungnya tidak ada lain selain kita menghamburkan uang pada sesuatu yang tidak perlu. Ibarat naik tangga, kita perlu menapaki tangga satu demi satu agar lebih aman, teratur dan terukur. Boleh saja jika kita sudah kuat maka kita melompati anak tangga 2 atau 3 sekaligus untuk mempercepat proses bisnis kita, tetapi yang paling penting adalah kita harus realistis dalam memulai bisnis.

b)    Kecil berarti juga seberapa besar kita siap kehilangan modal
Terkadang kita memikirkan usaha hanya dari sisi keuntugan dan kesenangan yang diperoleh jika usaha kita sukses. Padahal yang terpenting dalam memulai bisnis adalah kesiapan kita jika m odal kita hilang atau 6 – 12 bulan ke depan kita belum mendapatkan keuntungan dari bisnis kita.
Kiat Memulai Usaha 2
Maka arti kecil yang kedua adalah seberapa besar keluarga kita dapat mengantisipasi atau mentolerir jika modal hilang. Setiap orang dan keluarga akan berbeda kecil besarnya modal yang dialokasikan untuk bisnis. Satu keluarga boleh jadi 50 juta, 40 juta atau bahkan 5 juta. Yang paling penting adalah jangan sampai saat modal habis atau belum mendapatkan keuntungan maka kita harus tutup lubang gali lubang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jangan sampai pendidikan anak, kesehatan, listrik dan air justru tidak terbayar gara-gara uang kita semuanya dipergunakan untuk modal usaha. Jika hal itu terjadi maka ukuran kecil kita perlu dikurangi lagi, jumlah itu masih terlalu besar bagi kita.
Kiat Memulai Usaha 3

c)    Kecil juga dapat berarti 20 % dari total uang yang kita miliki saat ini
Jika kita baru mulai usaha, belum pernah pengalaman sama sekali, belum pernah pengalaman membuka usaha, belum pernah pengalaman bangkrut, maka bijaksana jika kita tidak mengalokasikan semua dana kita untuk bisnis. Boleh jadi maksimal 20 %. Bisnis adalah mencari keuntungan namun jangan lupa bahwa jika tergiur untuk mengejar keuntungan yang p otensinya 50 % untung dan 50 % rugi maka, sebaiknya kita menggunakan rumus yang sudah pasti.
Kiat Memulai Usaha 4
Bahwa kita punya 100 % maka seharusnya kita mengalokasikan 80 % dalam posisi yang pasti aman dan tidak berkurang, dan 20 % kita buat bisnis dan jika modal habis atau rugi maka kita hanya hilang 20 % saja. Hal ini memang kelihatannya kita main aman-aman saja, namun untuk mulai bisnis sebaiknya pertimbangan pertama kita adalah keamanan dari dana kita, baru kemudian seberapa besar keuntungan yang kita peroleh.

2. Mulai Dari Kesungguhan Atau Hobi
Satu yang terpentig dalam mulai usaha, adalah perlu kesungguhan dari kita untuk mulai. Harus berkomitmen untuk mengelola dan menjalankan dengan sungguh-sungguh, tidak dalam taraf mencoba-coba, tidak karena gengsi karena teman-teman sudah punya usaha, bukan karena bujukan dan rayuan teman atau tetangga atau saudara. Mulai usaha harus dari hati dan pikiran kita untuk bertekad mulai usaha.Jika c oba-coba atau gengsi maka dapat dipastikan bahwa usaha tersebut akan gagal.
Kiat Memulai Usaha 5
Sangat dianjurkan sesuai dengan hobi kita, karena jika sungguh-sungguh dan hobi maka halangan dan rintangan akan dapat kita hadapi dengan tenang dan kita senantiasa bergerak untuk mencari solusinya. Tapi jika tidak sungguh-sunggh maka kita terkadang ingin sukses serba instan. Bulan ini buka warung mie ayam, 1–2 bulan omsetnya belum memuaskan bulan ketiga kita melihat ada pedagang martabak, laku, enak dan keuntungan sangat besar maka kita sudah mulai memikirkan untuk berdagang martabak, sehingga usaha mie baso ogah-ogahan mengelolanya. Dan akhirnya kita membuka usaha martabak, 1 – 2 bulan usahanya kurang memuaskan, kita lihat ada yang buka usaha ayam goreng, laku keras, menguntungkan maka pada saat yang sama kita berpikir bahwa usaha martabak tidak menjanjikan dan kelihatannya ayam goreng adalah usaha yang pas, begitu terus sehingga kita tidak pernah serius dan sungguh-sungguh dalam mengelola sesuatu. Tetapi kalau dari awal sudah ada kesungguhan dan juga hobi maka minimal 6 – 12 bulan kita tidak mudah untuk tergoda pindah usaha karena kita menyukainya.

3. Setiap Bisnis Berpeluang Untuk Sukses, Kunci Adalah Sumber Daya Manusianya
Jika ada yang mengatakan bahwa usaha yang kita mau jalankan tidak akan berhasil, gagal, bangkrut maka jangan dengarkan. Karena boleh jadi mereka yang mengatakan begitu pernah gagal menjalankan bisnis yang sama. Dalam usaha kuncinya bukan di modal besar, bukan di ada tidaknya pasar tetapi kuncinya adalah di orang yang mengelolanya. Boleh jadi orang yang mengatakan begitu tidak pas/cocok mengelola usaha tersebut, tetapi jika kita jalankan sendiri ternyata kita cocok maka sangat rugi jika kita mendengarkan pesan negatif orang lain dan membuat kita juga berpikir hal yang sama.
Kiat Memulai Usaha 6
Maka kita harus memilih pengelola yang profesional jika memang akan menggaji orang. Merekrut orang jangan karena saudara, tetangga yang menganggur, tetapi memang karena lolos seleksi dan kualifikasi orang-orang yang kita pekerjakan mampu untuk menjalankan usaha tersebut. Jauh lebih sulit untuk mengeluarkan dan memutuskan kontrak pekerja yang memiliki ikatan emosional tinggi dengan kita daripada kita memberhentikan pekerja yang tidak ada hubungan emosional sama sekali dengan kita.

4. Usaha Harus Dengan Ilmu
Mulai usaha dan bisnis tanpa ilmu yang memadai maka artinya bunuh diri. Setiap bisnis memiliki 2 mata uang, satu untung satu rugi. Sehingga perlu bekal dan kemampuan yang cuk up untuk melakukan bisnis.
Kiat Memulai Usaha 7
Ada 3 hal yang perlu dikuasi sebelum memulai usaha :
  •     Bagaimana memasarkan produk atau jasa kita?
  •     Bagaimana bisnis kita ini mendapatkan keuntungan?
  •     Kemana dan kepada siapa jika terjadi masalah, harus bertanya?
Setiap usaha faktor yang sangat penting aalah pemasaran, dan menurut Safir Senduk ada 2 kategori tentang pasar yaitu menciptakan pasar baru dengan cara mengedukasi masyarakat dan yang kedua adalah merebut pasar yang sekarag sudah ada. Kita harus mengedukasi masayarakat jika produk dan barang kita adalah sesuatu yang baru dan belum dikenal masyarakat, sehingga perlu sosialisasi dan promosi yang kuat. Sedangkan untuk merebut pasar maka kuncinya adalah nilai tambah produk dan barang kita dibandingkan dengan produk dan barang orang lain. Jangan membuka usaha jika dari awal kita sudah tahu bahwa tidak ada pasarnya. Maka berhentilah dan berfikir sejenak karena boleh jadi kita harus cari peluang usaha yang lain.
Kita juga harus tahu dengan cara bagaimana bisnis kita menghasilkan keuntungan? Cara yang paling mudah adalah mengetahui alur keuangan dari awal sampai akhir, karena kalau kita tahu maka jika terjadi sesuatu kita mudah untuk mengantisipasinya. Uang bagaiakan darah dalam tubuh kita, jika tidak ada darah maka tubuh kita akan sengasara kemudian mati. Bisnis yang keuntungannya besar tetapi cash flowanya amburadul maka biasanya bisnis tersebut tidak akan bertahan lama. Saat usaha sudah berjalan maka prioritas adalah mengendalikan cash flow keuangan.
Kiat Memulai Usaha 8
Orang yang tepat untuk menanyakan sesuatu adalah orang yang selama ini sudah menja lankan usaha dengan sukses, dan kesanalah kita harus minta nasehat dan saran jika bisnis kita mengalami kesulitan. Tidak perduli orang itu hanya tukang sayur, pedagang kelontongan, pedagang roti tapi mereka adalah guru yang terbaik bagi kita jika kita bergerak dalam usaha yang sama.


KARAKTERISTIK USAHA YANG COCOK UNTUK PENSIUNPRENEUR
Dari sekian peluang usaha dan atau bisnis yang ada maka harus dipilih yang benar-benar cocok untuk kita. Pertimbangannya biasanya mencakup hal-hal berikut ini :
a. Usia kita, kuat berapa lama kita mengelola atau membangun usaha ini apalagi jika usahanya dimulai dari nol, jangan sampai usia kita harusnya menikmati masa bahagia tetapi karena usaha yang kita pilih membuat kita harus bekerja kembali seperti halnya saat kita masih muda.
b. Modal awal yang kita miliki, semakin besar modal maka sebaiknya kita mencari peluang usaha yang memang benar-benar kita yakini keberhasilannya dan kita sanggup untuk mengelolanya.
c. Tempat usaha, seberapa jauh tempat usaha dengan rumah tinggal kita, semakin jauh maka perlu energi yang banyak untuk mengelola dan mengurusnya.
d. Waktu yang kita alokasikan untuk mengelola usaha tersebut. Boleh jadi niat kita membangun usaha bukan untuk mencari keuntungan tetapi hanya untuk mengisi waktu kosong, menciptakan lapangan kerja atau bersilaturahmi dengan teman-teman sebagai status sosial.
e. Seberapa besar kontribusi usaha ini terhadap keberlangsungan cash flow keluarga.
Semakin besar kontribusinya maka keseriusan dan kesungguhan dari kita perlu dituntut untuk mengelola dan membangun usaha ini secara benar dan baik.

KARAKTERISTIK USAHA YANG COCOK BAGI PENSIUNPRENEUR :
1.    Lebih baik investasi daripada membangun dan atau mengelola langsung usaha.
Kiat Memulai Usaha 9

Dibanding mengelola sebuah bisnis ataupun usaha maka lebih baik mengalokasikan dana untuk investasi atau penyertaan modal dalam suatu bisnis yang sudah berjalan. Apalagi jika bisnis itu dimulai dari nol. Hal itu dilakukan untuk menghindari resiko gagal. Pilihan paling baik adalah investasi sekaligus mengelola bisnis walaupun keuntungannya kecil. Prioritas pertama adalah bagaimana agar dana investasi kita aman dibandingkan dengan potensi keuntungan yang besar. Lebih baik untuk kecil tapi modal aman daripada untung besar tapi resiko gagal juga besar.

2.    Fee base income.
Investasi yang paling menarik adalah kita mengalokasikan dana dan setiap bulan pada tanggal tertentu kita mendapatkan fee dari bisnis tersebut. Contohnya adalah bisnis kontrakan, sewa kendaraan, sewa becak, sewa peralatan pesta dan lain-lain. Prinsipnya sekali kita membuat “investasi jalan tol” maka setiap bulan kita berdiri di pinggir tol menagih fee bagi siapapun yang melalui jalan tol kita.

3.    Tidak perlu laporan keuangan yang rumit.
Untuk mengetahui usaha kita untung atau rugi, seharusnya kita dapat mengetahuinya setiap hari, minggu dan bulan dengan sekali lihat laporan keuangan atau tanpa harus membuat laporan keuangan. Semakin sulit kita mengetahui keuntungan kita maka semakin susah pula kita memprediksi dan mengawasi usaha kita. Data tentang persediaan barang, data transaksi yang setiap hari harus di update dan perlu laporan keuangan konsolidasi seharusnya dapat dihindari karena hal itu membuat kita harus menunggu beberapa saat untuk mengetahui apakah kita untung atau rugi.

4.    Sedikit keterlibatan dalam pengelolaan.
Waktu kita satu hari hanya 24 jam, sudah bukan waktunya lagi kita all out mengerahkan seluruh waktu dan energi kita untuk mengurusi bisnis kita, tidak harus pagi, siang dan sore apalagi malam kita menunggu dan mengurus usaha kita. Jika memungkinkan satu hari cukup 1 jam, atau bahkan lebih rendah dari jam tersebut. Sehingga kita dapat memiliki waktu yang cukup untuk menebus waktu dengan keluarga, cucu dan tetangga dan terutama dengan Pencipta kita, Alloh SWT.
Kiat Memulai Usaha 10
Usaha yang sesuai dengan karakterisitik diatas adalah :

1.    Kontrakan rumah
2.    Rental mobil
3.    Bengkel motor
4.    Kursus-kursus (kerjasama atau franchise)
5.    Potong rambut (salon)
6.    Penyewaan alat pesta dan perangkatnya
7.    Penyewaan sound system
8.    Gedung olahraga (futsal atau badminton)
9.    Tempat bermain anak-anak (baik terbuka atau tertutup)
10.    Cuci motor/mobil
11.    Penyewaan studio music
12.    Tempat fitness
13.    Service AC, tape recorder, TV, computer, HP dan lain-lain.
14.    Internet dan rental computer
15.    Play Group dan TK
16.    Air isi ulang
17.    Penyediaan air bersih (3500 liter atau 5000 liter)
18.    Usaha odong-odong.
19.    Laundry
20.    Foto kopi
21.    Digital printing
22.    Informasi kontrakan rumah, informasi jual beli rumah dll

Tag Keywords : pelatihan pensiun, masa persiapan pensiun, training pensiun, masa purnabhakti