Kebebasan Finansial menjelang Masa Persiapan Pensiun

Kategori : Pelatihan Masa Persiapan Pensiun
Penulis : Pelatihan Pensiun - DTInsani


Kebebasan Finansial menjelang Masa Pensiun

Kebebasan Finansial menjelang masa pensiun 1


Sejalan dengan poin terakhir tadi, namun lebih berorientasi ketuhanan. Saya sendiri mendefinisikan kebebasan finansial sebagai suatu keadaan dimana seseorang menempatkan harta di tangannya, namun tidak di hatinya. Tidak menempatkan harta di hatinya artinya ketika ia bekerja, bukan demi uang semata sebagai imbalan. Namun bekerja sebagai ibadah dan kewajiban. Dan harta di tangan artinya ia memang menguasai harta, tidak dikuasai oleh harta. Untuk bisa mencapai kebebasan finansial seperti pada defenisi yang pertama, kuncinya adalah dengan memiliki penghasilan pasif. Yaitu penghasilan yang tetap berjalan tanpa harus Anda bekerja secara fisik.
Cara kedua untuk memiliki pendapatan pasif adalah dengan melakukan investasi. Investasi pada produk keuangan jelas tidak membutuhkan aktivitas fisik. Yang perlu dilakukan hanyalah memonitor saja untuk memastikan bahwa investasinya tetap menguntungkan. Tapi bagaimana cara memulainya? Berapapun penghasilan Anda, sisihkan sebagian untuk modal usaha atau investasi. Semakin besar Anda menyisihkan penghasilan, semakin cepat pula Anda bisa mulai berinvestasi atau membuka usaha. Memiliki penghasilan pasif bisa menjadikan harta berada di tangan Anda, tapi tidak melepaskannya dari hati Anda. Untuk itu, diperlukan sifat qanaah untuk bisa membebaskan hati dari kekhawatiran akan harta. Dengan Qanaah, tidak akan merasa kekurangan dengan harta yang sedikit, dan tidak akan boros dengan harta yang banyak.

PRINSIP PRAKTIS DALAM MENYIAPKAN DANA PENSIUN

Kami mengidentifikasi tiga (3) prinsip praktis seputar investasi guna mengumpulkan dana pensiun yang Anda inginkan. Dengan ketiga prinsip praktis ini, mudah-mudahan memberikan motivasi dan dorongan kepada Anda untuk memulai mengumpulkan dana tidak peduli berapa besar dana yang Anda sisihkan setiap bulan dan berapa telat Anda menundanya. Yang menjadi persoalaan adalah keputusan Anda untuk memulainya, sekarang.

a.    Tidak Harus Besar
Sebagian keluarga yang tinggal di Jakarta, dengan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi mengharuskan Bapak dan Ibu untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan akan makanan sampai rumah tempat berteduh. Hal ini mengh aruskan Anda untuk bekerja lebih giat dan berusaha lebih keras, sehingga menghasilkan dana cukup untuk keperluan keluarga.
Kebebasan Finansial menjelang masa pensiun 2
Tapi ingat, terkadang Anda mengabaikan hasil kerja karena Anda dan menghamburkan dana yang dihasilkan setiap bulan untuk hal-hal yang kurang terencana. Hal ini sering kali membuat keuangan Anda di akhir bulan menipis, bahkan kadang kehabisan dan mengharuskan Anda untuk mengambil dana dari tabungan yang Anda kumpulkan selama ini. Kebanyakan masyarakat ingin memulai sesuatu dengan jumlah yang besar. Mereka merasa bahwa dengan dana sedikit yang disisihkan setiap bulan akan memakan banyak waktu dan sulit untuk dapat mengumpulkan dana yang Anda inginkan. Misalkan, Anda ingin mengumpulkan dana sebesar Rp 100 juta, maka Anda dapat melakukan alokasi dana setiap bulan sebesar Rp 1 juta selama kurang lebih 5 tahun 4 bulan. Hal ini harus dipahami sebagai sebuah perencanaan yang berkelanjutan dengan keterbatasan dana pendapatan bulanan keluarga. Ambil contoh, di mana Anda ingin mengumpulkan dana untuk masa pensiun Anda. Saat ini, Anda hanya bisa menyisihkan Rp 6 juta setiap tahun atau sekitar Rp 115 ribu setiap minggu. Asumsi bunga konservatif yang dipakai dalam jangka panjang adalah 12 persen. Maka bagaimana hasil investasi yang Anda lakukan? Secara rata-rata membuka account Reksadana saat ini hanya membutuhkan sekitar Rp 500 ribu sebagai dana awal dan setiap bulan Anda dapat menginvestasikan minimal sebesar Rp 100 ribu. Sangat murah bukan? Dengan begitu Anda dapat langsung membuka account dan memulai investasi untuk tujuan dana pensiun Anda.
Bila Anda memulainya sekarang pada 2003 ini, dengan alokasi dana setiap minggu sebesar Rp 115 ribu, dalam jangka waktu 30 tahun, jumlah dana yang Anda kumpulkan mendekati Rp 1,8 miliar atau Rp 1,766,430,000. Bila Anda saat ini masih cukup muda, misalnya, 21 tahun dan mulai menyisihkan dana sebesar Rp 115 ribu setiap minggu selama 50 tahun, maka dana Anda akan berkembang mendekati Rp 20 miliar atau lebih tepatnya Rp 19,915,878,000. bukan main bukan? Jelas sekali bahwa tidak harus dengan dana besar untuk mengumpulkan dana dalam jumlah besar. Akan tetapi yang lebih dibutuhkan adalah disiplin diri untuk melakukan penyisihan dana secara regular selama waktu yang dibutuhkan. Bila Anda bertanya, bagaimana dengan dampak inflasi terhadap dana yang sudah Anda kumpulkan selama 50 tahun? Yang perlu juga diperhatikan bahwa gaji Anda akan selalu meningkat dengan begitu Anda dapat meningkatkan kontribusi Anda untuk tujuan dana pensiun, lebih besar dari hanya Rp 115 ribu setiap minggu.
Mungkin Anda masih skeptikal mengenai hal ini, di mana Anda merasa kesulitan untuk menyisihkan dana setiap minggu sebesar Rp 115 ribu. Bila Anda mengikuti pengeluaran yang Anda lakukan untuk makan siang saat waktu istirahat Anda, paling tidak Anda menghabiskan dana sebesar Rp 20 ribu/hari.
Belum lagi bila Anda terbiasa dengan minum kopi sebelum pulang kantor itu akan menambah pengeluaran harian Anda paling tidak Rp 15 ribu. Bila Anda terbiasa makan malam di luar hampir setiap malam, maka Anda harus mengeluarkan paling tidak sebesar Rp 30 ribu.
Dengan merubah sedikit pola pengeluaran Anda di mana setiap sehari sekali selama satu minggu Anda akan membawa makan siang dari rumah, sehingga dalam seminggu Anda dapat menabung sebesar Rp 60 ribu. Bila Anda mengurangi minum kopi sore dan makan malam di restaurant hanya tiga kali setiap minggu, maka Anda dapat manabung sebesar Rp 90 ribu setiap minggu. Total dana yang dapat Anda tabung dari hanya pengeluaran ini sebesar Rp 150 ribu. Bukankah tidak terlalu sulit menyisihkan Rp.115 ribu setiap minggunya? Selamat mencoba.

b.    Waktu Adalah Sahabat
Waktu akan memberikan pertambahan nilai terhadap uang Anda melalui prinsip compounding. Semakin awal Anda memulai untuk menyisihkan dana secara regular untuk tujuan masa pensiun Anda, akan semakin kecil dana yang Anda harus alokasikan setiap bulan secara regular untuk mengembangkan jumlah aset Anda.
Kebebasan Finansial menjelang masa pensiun 3
Sebagai contoh, kami mengambil cerita keluarga Andi, di mana Anita sudah memulai untuk menyisihkan secara regular setiap bulan untuk tujuan masa pensiun mereka di saat mereka baru memasuki jenjang pernikahan. Usia Andi saat itu, 28 tahun dan Anita 24 tahun. Anita berencana untuk menyiapkannya sampai usia-nya memasuki 60 tahun atau Anita memiliki waktu sekitar 36 tahun. Dengan menyisihkan secara regular setiap bulan sebesar Rp 1 juta dengan asumsi bunga yang diambil 12 persen/tahun, maka rencana Anita dalam 36 tahun akan memiliki aset hampir mencapai Rp 7,3 miliar atau tepatnya sebesar Rp 7,259,250,000. Sedangkan Andi, merasa bahwa ia masih terlalu muda untuk mulai menyisihkan untuk tujuan pensiun. Sehingga ia menundanya sampai usianya memasuki 40 tahun. Pada usia tersebut ia merasa sudah sepantasnya mulai mengumpulkan dana untuk tujuan pensiun. Andi memulai menyisihkan dana sebesar Rp 2 juta setiap bulan (dua kali lipat dari rencana Anita) sampai usianya memasuki 64 tahun. Anto masih memiliki waktu 24 tahun untuk mengembangkan asetnya. Pada saat usianya memasuki 64 tahun, maka Andi akan memperoleh dana sekitar Rp 3,3 miliar atau lebih kecil dari aset yang dimiliki Anita. Selisih hampir Rp 4 miliar. Besarnya selisih asset yang dimiliki Anita dan Andi karena oleh waktu yang dimiliki untuk berkembangnya nilai uang yang ada. Fakta yang dapat kita ambil adalah walau Andi menyisihkan dua kali lipat dari jumlah yang Anita alokasikan, dengan waktu yang lebih panjang, Anita dapat mengumpulkan lebih dari dua kali lipat dari apa yang dikumpulkan oleh Andi. Dalam hal ini Andi adalah suami yang beruntung.
Kebebasan Finansial menjelang masa pensiun 4
Kesimpulan adalah semakin muda Anda saat memulai untuk menyisihkan dana untuk tujuan pensiun, semakin sedikit dana yang harus Anda alokasikan untuk jumlah target dana yang sama. Pelajaran ini harus Anda sampaikan kepada para pekerja muda yang ada di sekitar Anda. Sehingga mereka memulainya lebih cepat dan mengumpulkan dana lebih besar lagi.

c.    Lebih Baik Terlambat
Jangan Anda terhenti hanya karena takut untuk mengambil langkah pertama dalam menyiapkan dana keperluan saat pensiun Anda. Terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengembangkan dana alokasi Anda bila Anda telat dalam memulai untuk melakukan penyisihan dana untuk masa-masa pensiun Anda. Lebih baik Anda memiliki dana sedikit daripada tidak sama sekali.
Kebebasan Finansial menjelang masa pensiun 5
Bila Anda termasuk yang telat dalam memulai untuk menyiapkan dana untuk pensiun Anda, maka ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengejar ketinggalan, yaitu menambah besarnya alokasi dana setiap bulan, ambil risiko yang lebih besar untuk mendapatkan bunga yang lebih besar atau menunda untuk mencairkan dana pensiun Anda selama yang dapat Anda lakukan.
Pertama, adalah melihat dampak menabung dalam jumlah yang lebih besar lagi. Misalkan dalam contoh di atas, dimana Andi baru memulianya diusia 40 tahun dan memiliki waktu hanya 20 tahun untuk menabung sampai memasuki masa pensiun. Dengan mengalokasikan dana setiap bulan sebanyak Rp 2 juta dengan asumsi bunga sama 12 persen pertahun, Andi hanya akan memiliki aset pada saat ia memasuki masa pensiun hampir mencapai Rp 2 miliar.
Bila dengan alokasi tersebut, Andi merasa bahwa ia akan bisa mengambil risiko lebih besar lagi, dan mengharapkan bunga yang lebih tinggi, maka hasilnya akan berubah. Misalkan asumsi bunga yang didapat Andi sebesar 15 persen/tahun maka dalam 20 tahun aset Andi akan bertumbuh hampir mencapai Rp 3 miliar.
Dengan alokasi sama sebesar Rp 2 juta setiap bulan dan menginvestasikannya di produk investasi yang memberikan bunga 15 persen/tahun, jumlah aset Andi bertambah hampir Rp 1 miliar. Bagi mereka yang telat dalam memulai untuk menyisihkan dana untuk tujuan pensiun, maka menabung dalam jumlah yang lebih besar menjadi alternatif utama. Bila ternyata dana yang Anda alokasikan secara regular tidak mencukupi untuk mencapai target yang diinginkan, maka Anda dapat mencari laternatif investasi dengan bunga yang lebih tinggi. Hal ini berakibat langsung terhadap risiko yang meningkat.
Bila dengan melakukan kedua hal tersebut, ternyata masih juga tidak tercapai target jumlah aset yang diinginkan, maka satu hal terakhir yang dapat Anda lakukan adalah dengan menunda masa pensiun Anda. Misalkan tadinya Anda berencana untuk pensiun di usia 60 tahun, Anda dapat menundanya sampai usia Anda 65 tahun.
Kebebasan Finansial menjelang masa pensiun 6
Kesemua aternatif ini harus Anda pertimbangkan dengan masak. Jangan sampai hal ini malah merusak kestabilan keuangan keluarga. Misalkan dengan menambah besarnya alokasi dana untuk masa pensiun mengharuskan Anda untuk mengencangkan ikat pinggang selama waktu yang cukup lama. Dalam hal ini Anda juga harus mempertimbangkan perjalanan yang harus Anda lalui. Mulailah sekarang dana lakukan secara regular untuk masa yang panjang.

Tag Keywords : pelatihan pensiun, masa persiapan pensiun, training pensiun, masa purnabhakti