Persiapan Menghadapi Masa Pensiun dengan Bening Hati

Kategori : Pelatihan Masa Persiapan Pensiun
Penulis : Pelatihan Pensiun - DTInsani

Menghadapi "Masa Pensiun" dengan "Bening Hati"

menghadapi masa pensiun dengan bening hati 1
QOLBU  PUSAT PERILAKU
     Qolbu adalah potensi ruhani yang menjadi pusat pengendali perilaku.  Sifatnya bolak balik kadang-kadang dikuasai nafsu yang mendorong untuk berbuat buruk, kadang-kadang menyesal dengan dosa, tetapi masih mencampur adukan antara kebenaran dengan keburukan, tetapi juga mendorong  kepada kebaikan.  Oleh karena qolbu sifatnya bolak-balik maka perlu ilmu dan keterampilan agar bisa mengelola potensi yang ada dalam hati sehingga hati selalu bersih.  Mengelola artinya potensi-potensi yang buruk diminimalisir, sedangkan potensi-potensi yang baik dikembangkan sehingga optimal membuahkan sikap yang baik dan penuh manfaat.
Jika hati bersih maka setiap ada kejadian/masalah maka akan disikapi dengan bening hati sehingga sikap dan perilakunya juga baik.  Tetapi sebaliknya jika hati kotor maka akan menyebabkan perilaku buruk dan akhirnya akan menyebabkan karakternya juga akan buruk.  Qolbu adalah pusat pengendali perilaku, seperti raja, sedangkan akal, mata, tangan, kaki dan anggota tubuh adalah pasukanya yang akan menurut semua perintah sang Raja. Jika Raja nya baik maka akan memerintahkan prajuritnya untuk berbuat baik, tetapi jika sang Raja buruk maka akan memerintahkan prajuritnya untuk berbuat buruk. Sikap dan perilaku yang dilakukan dalam merespon sesuatu maka akan membentuk karakter.  Jika kita selalu marah jika tidak sesuai dengan keinginan maka lama-kelamaan akan membentuk karakter marah. Kenyataanya banyak manusia yang memilki harta, ilmu, jabatan tetapi hatinya busuk, sehingga penampilannya hanyalah topeng.  Hidupnya tidak pernah akan mulia dan bahagia.

HATI ASET BERHARGA
Secara umum manusia memiliki 3 potensi penting.
    Potensi pertama adalah potensi fisik, jika potensi ini mampu dikelola dengan baik, insya Allah kita akan menjadi manusia yang kuat dan produktif. Bahkan Islam sangat menganjurkan agar kita memiliki fisik yang sehat. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah dari pada mukmin yang lemah.Tidak semua orang yang mempunyai fisik kuat mulia sebagaimana Rasulullah. Tidak jarang orang yang mempunyai fisik bagus menjadi hina karena keindahan badannya. Wanita berbadan bagus tidak identik dengan kemuliaan, karena tidak sedikit wanita yang mempunyai badan bagus malah menjadi hina karena senang memamerkan keindahan tubuhnya. Disisi lain ada orang yang tersiksa dengan keindahan tubuhnya, setiap hari harus senam, diet dan minum obat pelangsing agar tubuhnya tetap indah. Secara tidak langsung memiliki tubuh yang indah jika kita hanya mengejar penghargaan dari orang lain yang ada hanya perasaan tersiksa.
     Potensi kedua adalah akal, kita dikaruniai akal oleh Allah dan akal inilah yang membedakan kita dengan makhluk yang lain. Dengan akal kita diberi kemampuan untuk melihat ayat-ayat Allah disekitar kita sehingga kita dapat mengelola serta mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan. Kendati demikian, potensi akal bukanlah potensi yang dapat menentukan mulia atu tidaknya seorang manusia. Di Indonesia begitu banyak orang pintar, tetapi kepandaiannya digunakan untuk berbuat tidak benar. Rasanya kecil kemungkinan kalau korupsi dilakukan oleh orang bodoh. Bagaimana tidak? uang negara, uang rakyat, yang dikuras jumlahnya bukan hanya dalam bilangan jutaan atau milyaran tetapi triliunan. Kalau orang bodoh rasanya dia tidak akan berpikir jauh-jauh seperti itu. Artinya orang pintar tidak identik dengan kemuliaan.
   Potensi ketiga yang ada pada diri manusia yang setiap orang mampu menjaga dan mengembangkannya, dialah yang dinamakan qolbu. Hati inilah yang melengkapi potensi fisik dan potensi akal (otak cerdas) untuk menjadi mulia. Dengan hati yang hidup inilah orang yang lumpuh pun bisa menjadi mulia dan orang yang tidak cerdas pun bisa menjadi mulia. ”Bila hati kian bersih, pikiran pun selalu jernih, semangat hidup kan gigih, prestasi mudah diraih, tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk, akhlak pun kian terpuruk, dia jadi makhluk terkutuk. Bila hati kian lapang, hidup susah tetap senang, walau kesulitan menghadang, dihadapi dengan tenang, tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit, seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit.” Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan potensi qolbu kita sehingga kita tergolong orang yang selalu dapat menjaga hati kita.
menghadapi masa pensiun dengan bening hati 2

KARAKTERISTIK QOLBU

1.    Qalbun Mayyit (Hati Yang Mati) :
Merupakan hati yang tidak mengenal tuhannya, juga tidak beribadah kepada-Nya. Jadi, merupakan hati yang sudah berhamba kepada setan, sehingga tidak mendapat hidayah dari Allah swt. Dia tidak bisa membedakan antara baik dan buruk, yang bisa dia lakukan hanyalah memuaskan nafsu. Hati yang mati tidak ubahnya dengan jasad yang sudah tak bernyawa, kendati dicubit, dipukul, bahkan diiris sekalipun tidak akan merasakan apapun. Bagi orang yang hatinya sudah mati, saat melakukan perbuatan baik dan saat melakukan perbuatan buruk adalah hal yang biasa-biasa saja, tidak ada nilainya.Apabila ia berbuat kebaikan, maka itu pun hanya akan membangkitkan sifat ujub dan takaburnya.
menghadapi masa pensiun dengan bening hati 3
Pemilik qolbun mayyit ciri utamanya adalah menolak kebenaran dan selalu gemar melakukan kezaliman terhadap sesama. Hatinya tidak lagi efektif mengendalikan nafsu, tertutup lapisan gelap penyakit qolbu dan rasa cinta dunia. Hawa nafsu telah sedemikian rupa menulikan telinganya, membutakan matanya, membodohkan akalnya, dan memporak-porandakan nuraninya, sehingga dia tidak tahu lagi mana yang hak dan mana yang batil.
Ciri-cirinya :Kehidupannya di bawah kendali nafsu ammarah, tidak peduli ALLAH ridha atau tidak, pola pikirnya adalah kesenangan dunia/materi semata, tuli dan buta terhadap yang benar dan yang salah, tidak meyakini adanya kematian dan perhitungan amal.
2.    Qalbun Maridh (Hati Yang Sakit) :
Adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit, hati yang memiliki potensi untuk mahabbatullah (mencintai ALLAH) dan juga mencintai nafsu ammarah, sehingga terkadang melahirkan sikap penyesalan atas perilaku yang dilakukannya (nafsu lawwamah) Hati yang sakit juga ibarat cermin yang tidak terawat yang di permukaannya sudah banyak noktah-noktah yang menutupi kebeningan cermin.
menghadapi masa pensiun dengan bening hati 4
Ciri-cirinya :Hadirnya iman, keikhlasan dan sifat baik lainnya dalam satu segi kehidupan, juga ikut berperan rasa tamak untuk meraih kesenangan dan mementingkan kehidupan dunia. Meyakini hari perhitungan amal dan mengharapkan kasih sayang ALLAH, namun menikmati kemaksiatan dunia.
3.    Qalbun Salim (Hati Yang Selamat) :
Adalah hati yang selamat dari setiap nafsu yang menyalahi perintah ALLAH, selamat dari syubhat dan kesalahfahaman yang bertentangan dengan kebaikan, serta selamat dari penghambaan selain ALLAH. Orang yang memiliki hati yang sehat,
menghadapi masa pensiun dengan bening hati 5
tidak ubahnya seperti memiliki tubuh sehat. Ia akan berfungsi optimal, ia akan mampu memilih dan memilah setiap rencana atas suatu tindakan, sehingga setiap sikap serta tindakan yang akan diperbuatnya benar-benar melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang jernih, Ciri-cirinya : Memiliki sikap keikhlasan yang menyeluruh dalam perilakunya, cinta dan bencinya karena ALLAH. Memberi dan melarangnya karena ALLAH, aturan kehidupannya didominasi oleh nafsu muthmainnah.

Tag Keywords : pelatihan pensiun, masa persiapan pensiun, training pensiun, masa purnabhakti