Switch Mental persiapan menghadapi Masa Pensiun

Kategori : Pelatihan Masa Persiapan Pensiun
Penulis : Pelatihan Pensiun - DTInsani

“Salah satu persiapan penting pensiun yang berpengaruh pada mental orang adalah menciptakan aktivitas positif rutin yang baru. Aktivitas rutin itu bisa formal maupun informal”.
 persiapan penting pensiun 1

Pada masa produktif umumnya orang lebih memikirkan persiapan finansial untuk masa pensiun. Kebanyakan orang merasa tak perlu mempersiapkan mental. Mereka merasa mental akan terbiasa dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Alasan itu lumrah karena orang muda sering kali hanya melihat orang-orang tua lebih bergantung pada anak-anaknya secara finansial. Di luar itu, para orang tua umumnya bisa mengisi sendiri waktu luangnya. Sesungguhnya tak semua orang tua bisa mengisi waktu pensiun dengan kegiatan yang membahagiakan. Tahun-tahun awal masa pensiun bukanlah waktu yang mudah. Saat-saat itu orang tua "dipaksa" mengubah kebiasaan hidupnya selama ini.
Pensiun berarti perubahan pada ritme bekerja, suasana, dan pola hidup sehari-hari. Kalau biasanya orang itu banyak menghabiskan waktu di kantor, kini dia mesti menyesuaikan diri dengan suasana rumah. Bagi mereka yang terbiasa sibuk di luar rumah, kondisi itu tak mudah. Salah satu persiapan penting pensiun yang berpengaruh pada mental orang adalah menciptakan aktivitas positif rutin yang baru. Aktivitas rutin itu bisa formal maupun informal. Kegiatan formal adalah seperti bekerja paruh waktu. Dapat pula orang itu bekerja lagi pada kantor baru dengan kegiatan rutin seperti saat masih berusia produktif. Kegiatan formal biasanya memberikan keuntungan finansial.
Sedangkan aktivitas informal menekankan pada keuntungan psikis atau kepuasan batin, seperti meluangkan waktu untuk hobi, berkegiatan sosial, mengurus kegiatan lingkungan, keagamaan, maupun keluarga. Kebahagiaan atau kesedihan yang diperoleh seseorang ketika pensiun sangat dipengaruhi persiapan dan kesiapan jauh hari sebelum pensiun tiba. Sesungguhnya seluruh program pensiun dan hari tua seseorang sangat dan sangat dipengaruhi persiapan dan kesiapan awal ini. Jika tahap ini tertata rapi, hal ini sudah merupakaan setengah jalan keberhasilan memperoleh apa yang diinginkan ketika pensiun dan menapaki usia lanjut. Meskipun setiap individu memiliki persiapan dan kesiapan pensiun yang berbeda, mereka memiliki kesamaan mendasar yang merupakan kebutuhan utama, yakni:
  • Kesiapan Fisik
persiapan penting masa pensiun 2
Kesehatan fisik yang senantiasa terpellihara dengan menjalankan pola hidup yang benar. Walaupun kesehatan tubuh bukan segala-galanya, tetapi bila dirundung penyakit, segala-galanya menjadi tidak berarti apa-apa. Kesehatan yang dimiliki pada masa lansia adalah berkat pemeliharaan kesehatan yang sudah dilakukan secara terus-menerus semenjak masa muda.
 
  • Kesiapan Mental Dan Emosi
Kesiapan dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Kehilangan pekerjaan, perubahan status, dan kehilangan kemapanan tentunya terasa cukup menyakitkan. Hal ini tidak dapat diatasi dengan berapa pun banyaknya kekayaan kelimpahan materi. Perlu tenggang waktu sementara untuk meredam tekanan batin dan pengendalian emosi beberapa bulan setelah pensiun, karena inilah yang sangat sensitif bagi pensiunan pemula.
 
  • Kesiapan Materi Finansial
persiapan penting masa pensiun 3
Ketersediaan sejumlah bekal pendukung berupa tabungan, asuransi, simpanan aset, dan kegiatan usaha selain penghasilan bulanan pensiun. Bekal ini dikumpulkan sejak awal bekerja dan terprogram sehingga dapat memenuhi kebutuhan biaya hidup sekeluarga.
  • Kesiapan Seluruh Keluarga
Mempersiapkan dan menyiapkan seluruh anggota keluarga untuk menyesuaikan gaya hidup baru yang jauh berbeda. Keempat bekal kesiapan pensiun merupakan satu kesatuan utuh. Hal terpenting yang harus dilakukan ketika menghadapi pensiun adalah membuat persiapan sepanjang masa aktif agar tidak menyesal di masa mendatang. Ini artinya menabung. Walaupun sedikit demi sedikit, harus terus menerus dilakukan secara kontinu sejak awal mulai bekerja. Selain tabungan yang bernilai materi, simpanan bernilai yang tidak kalah pentingnya adalah ”menabung” reputasi dan prestasi kerja.”Tabungan” semacam ini pada gilirannya akan menopang yang pertama.